I- YOU – GOD

Aku sependapat dengan pernyataan berikut:

bawa hubungan Anda pada Tuhan (baca “I, You, and God”). Suatu hubungan memerlukan Tuhan di dalamnya untuk membuat jadi kuat. Saya akan mengutip dari Daily Devotional Rick Warren yang berjudul “Life Together: A Mutual Dependency” yang berisi tentang persekutuan.

Di sana dituliskan sebagai berikut:

“The Bible commands mutual accountability, mutual encouragement, mutual serving, and mutual honouring.”

Jika diterjemahkan berarti

Di Alkitab diperintahkan dapat saling memberikan pertanggungjawaban, pemberian semangat/dorongan, melayani, dan menghormati satu dengan lainnya.

Roma 1:12: yaitu, supaya aku ada di antara kamu dan turut terhibur oleh iman kita bersama, baik oleh imanmu maupun oleh imanku.

Hubungan persahabatan, pacaran, dan dalam keluarga juga merupakan bentuk persekutuan. Hubungan antara dua atau tiga orang itu merupakan bentuk persekutuan terkecil.

Matius 18:20: Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka.”

Saat ada Tuhan dalam hubungan kita, saat itulah hubungan kita menjadi ibadah. Saat itulah hubungan kita menjadi bentuk pujian kepada Tuhan. Saat itulah hubungan kita menjadi bentuk penyembahan kita kepada Tuhan.

===
Saya beberapa kali mendengarkan cerita demikian:
“Lebih baik saya tidak menceritakan ini kepada pasangan saya. Sebab kalau saya cerita kepada pasangan saya, nanti jadi ribut.”

Hal yang gawat adalah saat sudah demikian, yang bersangkutan lalu mencari orang lain yang ia dapat terbuka. Apalagi bila orang yang dicarinya ini kemudian dapat menerimanya apa adanya, tidak menghakiminya, mendengarkan dengan seksama penuturannya, menghargai, dan bahkan memberikan dorongan semangat.

Ini sangat berbahaya dalam hubungan pernikahan. Jangan sampai membuat suami/istri Anda lebih suka terbuka dengan wanita/pria lain. Ini adalah bibit perselingkuhan. Saya banyak mendengar perselingkuhan itu bukan dimulai dari hubungan seks atau dari pandangan mata turun ke hati. Bukan!

Perselingkuhan itu dimulai ketika terdapatnya tautan hati yang diakibatkan merasa diterima dan dihargai. Kerinduan terbesar dari setiap orang adalah untuk diterima apa adanya dan dihargai, terlepas dia memiliki keterbatasan apapun.

Jadilah orang yang dapat menerima pasangan/suami/istri Anda apa adanya dan menghargainya sebagaimana adanya dirinya. Niscaya Anda akan mendapati pasangan yang mencintai dan menghargai Anda. Coba saja buktikan rumus tadi?.

Jadi keterbukaan jelas perlu dalam hubungan Anda. Libatkan Tuhan supaya Anda bisa berhikmat untuk mengetahui waktu, tempat, situasi, dan kondisi yang tepat untuk Anda dapat terbuka.

??

i –  God –  you (triangle)

sumber: Line –  Timeline Online with God

Tinggalkan Balasan